Prime Day

Como cliente Amazon Prime obtén 3 meses de Audible gratis

Diseño de la portada del título Jangan Sentuh Darahku

Jangan Sentuh Darahku

Muestra
Comenzar mi suscripción Prueba gratis durante 30 días
Oferta válida hasta el 28 de diciembre de 2026.
Después de los 30 días, 9,99 €/mes. Cancela tu siguiente plan mensual cuando quieras.
Ahorra más del 90% en tus primeros 3 meses.
Escucha todo lo que quieras de entre miles de audiolibros y Originals incluidos.
Descarga tu audiolibro y escucha offline, sin interrupciones
Se renueva automáticamente por 9,99 €/mes después de 3 meses. Cancela mensualmente. La oferta termina el 28 de diciembre de 2026.
Disfruta de forma ilimitada de este título y de una colección con 90.000 más.
Escucha cuando y donde quieras, incluso sin conexión.
Sin compromiso. Cancela tu siguiente plan mensual cuando quieras.

Jangan Sentuh Darahku

De: Gamal Komandoko
Narrado por: Irene Nasution
Prueba gratis durante 30 días Prueba gratis durante 30 días

Después de los 30 días, 9,99 €/mes. Cancela cuando quieras.

Después de los 30 días, 9,99 €/mes. Cancela cuando quieras.

Compra ahora por 13,45 €

Compra ahora por 13,45 €

Ahorros de temporada | 0,99 € al mes durante los primeros 3 meses

9,99 €/mes después. Se aplican condiciones. Cancela mensualmente.
Herman berniat menutup jendela kaca. Tetapi, sesuatu bergerak sangat cepat, melebihi kecepatan kelelawar ketika menyergap serangga, memasuki sela jendela kaca yang bergerak menutup. Herman amat terperanjat. Namun, hanya sesaat keterkejutan Herman. Sesuatu itu langsung menjadikan lehernya sebagai sasaran! Kesadaran Saraswati pun sepenuhnya menghilang seiring menghilangnya jeritan keras yang memecahkan keheningan malam. Tubuhnya ambruk, seperti kain selimut penutup ketelanjangan sempurnanya. Semuanya dirasanya gelap. Ia bagai memasuki lorong dingin gua pekat tanpa setitik pendar cahaya pun. Sama sekali ia tidak melihat sesuatu itu melayang dan keluar dari kamar melewati sela jendela yang masih terbuka. Tetap dengan membawa bagian tubuh Herman yang direnggutnya paksa tadi. Saraswati hanya jelas melihat sebelum pingsan, sesuatu itu potongan tangan! *** Vila Melati Gunung mendadak gempar. Sebuah jasad lelaki dengan kondisi mengerikan telah ditemukan. Iptu Palguna langsung terjun ke lokasi dan mengorek informasi dari beberapa orang yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. Mulai dari tamu, pemilik vila, hingga istri korban, Saraswati. Namun, ia tak menemukan informasi yang cukup untuk menentukan siapa tersangka di balik kasus kematian korban yang bernama Herman. Semua alibi yang ia catat terasa masuk akal dan dapat diterima. Sampai akhirnya, Palguna mendapatkan informasi tambahan dari Awangga Dirja, sahabat karibnya yang berprofesi sebagai wartawan. Ia baru tahu, kalau nama asli dari istri semalam korban bukanlah Saraswati, melainkan Ajeng Ratih. Mungkinkah Saraswati adalah wanita setan, seperti tudingan dukun andal bernama Darmo Gandul? Terror
adbl_web_anon_alc_button_suppression_t1
No hay reseñas aún